Menulis adalah Passionku, Bukan Ajang Popularitas


Perkembangan teknologi pintar menghadirkan beberapa aplikasi menulis yang dapat digunakan sebagai media mengembangkan tulisan, wadah penghasilan atau hanya sebagai pengisi waktu luang. Tentunya banyak sekali media untuk menulis yang kita ketahui seperti Blog ataupun Wattpad. Tak sedikit dari kita yang menggunakan media tersebut untuk membuat tulisan seperti artikel, cerpen, esai, puisi dan sebagainya. Sayangnya, seringkali pengguna Blog ataupun Wattpad tidak dapat konsisten dengan tulisan yang mereka buat. Terkadang penulis lebih cenderung mengabaikan tulisan lalu karena dinilai kurang menarik. Sebagai contoh penulis A membuat cerita berjudul “Aku”, awalnya cerita berjudul “Aku” terus dikembangkan oleh penulis A sampai mendapatkan beberapa part. Namun ditengah perjalanan menulisnya, penulis A mulai me-review tulisannya dan menganggap bahwa tulisannya tidak menarik karena sedikit pembaca. Karena tulisan berjudul “Aku” sudah terlanjur dipublikasikan, penulis A berencana membuat kembali cerita baru yang berjudul “Kamu” dengan harapan dapat menarik banyak pembaca.



Dari contoh di atas sering sekali dialami oleh para penulis. Bahkan saya sendiri pun pernah beranggapan seperti itu. Waktu itu saya merupakan salah satu pengguna Wattpad, saya sangat senang sekali membaca novel. Sudah banyak sekali novel yang saya baca di Wattpad. Seiring berjalannya waktu, saya mulai bosan dan mendapatkan ide untuk membuat cerita sendiri. Tidak lama dari itu saya langsung membuat cerita ber-genre fiksi remaja. Saya mempromosikan cerita saya kepada para pembaca bahkan penulis terkenal di Wattpad. Sudah berbulan-bulan saya menulis sambil mempromosikan cerita tetapi tetap saja pembaca saya tidak mencapai seribu. Saya pun mulai membaca ulang cerita yang saya buat.saya berpikir bahwa cerita saya sangat jauh dari kata menarik, alias sangat buruk. Begitulah pikiran saya saat itu. Akhirnya saya memutuskan untuk menghapus cerita yang belum saya selesaikan sampai akhir.

Tidak lama dari kejadian itu, saya pun mulai menulis lagi cerita yang baru. Masih dengan genre yang sama, fiksi remaja. Sudah berbulan-bulan saya melanjutkan menulis dan mempromosikan. Hingga saya berpikiran seperti awal, ingin mengulangi lagi cerita dari awal. Karena tidak mau melakukan kesalahan, saya memutuskan mencari lewat google tentang “Cara mendapatkan banyak pembaca melalui Wattpad”. Banyak sekali artikel-artikel yang muncul mengenai ini. Saya pun mulai membaca beberapa artikel yang ternyata dibuat oleh penulis Wattpad yang karyanya sudah dibaca oleh ratusan pembaca. Dari situ saya mulai sadar bahwa pembaca lebih banyak menyukai cerita yang sudah tamat. Dan anggapan tentang tulisan yang memiliki sedikit pembaca berarti tidak menarik itu sangat salah.

Anggapan di ataslah yang membuat kita mudah menyerah karena faktor kenapa kebanyakan dari penulis tidak konsisten dengan tulisan ataupun cerita yang dibuatnya adalah asumsi mereka sendiri. Mereka selalu beranggapan negatif dan merendahkan hasil karyanya sendiri dengan membandingkannya dengan karya orang lain yang mendapatkan pembaca lebih banyak. Padahal belum tentu karya yang dibaca oleh banyak pembaca lebih bagus dari karya yang sedikit pembaca.

Mind set seperti inilah yang menyebabkan tulisan tidak dapat berkembang. Perlu diketahui bahwa semua hal tidak ada yang terjadi secara instan. Semua butuh proses, bahkan para penulis yang mempunyai jutaan pembaca sekalipun. Semua tulisan dinilai melalui bagaimana kita konsisten dalam menulis apa yang sudah kita mulai dan cobalah untuk mulai menghargai tulisan yang kita buat sendiri. Dengan menghargai apa yang kita hasilkan sendiri akan lebih mempermudah kita dalam mengembangkan sebuah ide, membuat gaya kepenulisan milik kita sendiri. Dengan begitu kita sebagai penulis tetap dapat menjaga konsistensi kita dalam suatu tulisan. Menulis bukanlah perihal tentang mendapatkan jutaan pembaca. Menulis adalah tentang bagaimana kita dapat menumpahkan ide-ide brilian kita sampai akhir. Begitu juga dengan saya yang mulai menyelesaikan cerita sampai akhir dan terbukti bahwa pembaca cerita saya di Wattpad sudah sampai ribuan pembaca.

Yang perlu kalian semua ingat adalah penulis professional selalu membuat tulisannya sampai akhir. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan akhir yang bagus untuk para pembaca. Tentunya dalam menulis selalu ada saja pembaca yang pro dan kontra dengan jalan cerita yang kita buat. Di sinilah mental para penulis diuji. Sebagus apapun cerita yang kamu buat, sebanyak apapun pembaca cerita kamu. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada saja orang yang tidak menyukai jalan cerita yang kamu buat. Hal ini sudah manusiawi, semua orang punya selera masing-masing. Kita tidak dapat memaksanya untuk menyukai cerita kita. Kita sebagai penulis hanya perlu mengambil sisi positifnya saja dan nyaman dengan cerita yang kita buat. Dengan begitu, kita akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Oleh: Teja Belia

Namanya Teja Belia, bisa dipanggil Teja. Lahir di Magetan tanggal 8 April 2001. Tinggal di Serang-Banten. Seorang perempuan yang sangat gemar membaca dan menulis. Sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita di Wattpad. Kalau mau mampir ke cerita saya, mampir aja @emahira_

Menulis adalah Passionku, Bukan Ajang Popularitas Menulis adalah Passionku, Bukan Ajang Popularitas Reviewed by Pena Juara on May 21, 2020 Rating: 5

No comments


Image Link [https://1.bp.blogspot.com/-tQY9J_6x1G0/XtPfL8xajjI/AAAAAAAAAF4/8_PRPMvvniYMZxUj7vWIxYzIfiY4iXsHQCLcBGAsYHQ/s1600/POST%2BYUHUY-23-min.png] Author Name [PenaJuara] Author Description [Read. Think. Write.] Facebook Username [soratemplates] Twitter Username [soratemplates] GPlus Username [104219125408123734587] Pinterest Username [soratemplates] Instagram Username [penajuaracom]