Lomba Menulis Mengantarkanku Menjadi Guru Berprestasi

Awal tahun 2013 sebetulnya muncul keinginan saya untuk bisa menulis,bukan hanya sekedar membaca karya-karya orang lain.Ketika itu saya merasa bahwa menulis sangatlah sulit,apalagi saat awal menulis biasanya membutuhkan waktu lama untuk bisa menghasilkan ide.Seiring berjalannya waktu saya mulai mengikuti beberapa kajian atau workshop penulisan, khususnya workshop penulisan karya ilmiah yang kala itu  baru diwacanakan bahwa guru harus bisa membuat karya inovasi dan publikasi ilmiah bisa beripa Penelitian Tindakan Kelas,modul,atau Best Practice terutama dengan dikeluarkannya Peraturan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada tahun 2009.Banyak guru khususnya yang sudah bergolongan IVa merasa resah,karena terbentur aturan tersebut,mereka menjadi sangat ketakutan karena harus bisa membuat Karya Inovasi bahkan sampai sekarang banyak diantara mereka para guru yang masih pobhia menulis.

.Dengan bergulirnya waktu tuntutan untuk kenaikan pangkat guru yang mewajibkan membuat karya ilmiah menjadikan saya lebih semangat belajar lagi untuk bisa membuat karya ilmiah melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang sejatinya merupakan permasalahan yang dijumpai dalam proses pembelajaran sehari-hari.Akhirnya mulailah saya melaksanakan dan membuat Laporan Hasil PTK.Dari situlah akhirkan lahirlah 2 karya dan di terima sebagai sysrat kenaikan pangkat bagi guru PNS.

Seorang guru sudah seharusnya bisa menulis minimal membuat rangkuman materi pelajaran atau modul belajar.Melalui kegiatan tersebut berarti guru juga belajar membaca dan menyimpilkan dari beberapa literatur.Hal itu selain sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis juga merupakan bagian yang sangat penting yaitu mengasah kemampuan literasi seseorang.Pada tahun 2015 Menteri Pendidikan Nasional saat itu Bapak Anies Baswedan mengeluarkan sebuah kebijakan yaitu agar dikembangkannya budaya literasi di sekolah yang dinamakan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan GLS di sekolah diantaranya dengan diterapkannya budaya membaca 15 menit sebelum pelajaran.Gerakan literasi ini tidak hanay membaca tetapi juga menulis,dengan cara ini seorang siswa memperoleh keterampililan meringkas,menceritakan,memodifikasi dan menilai sumber bacaan tersebut.

Tahun 2015 saya memberanikan diri mengikuti seleksi pemilihan guru berprestasi tingkat Kabupaten Pemalang,dan alhamdulillah aku mendapat juara I.Berbekal PTK,best practice,dan modul yang saya buat.Kala itu masih belum banyak guru yang bisa menghasilkan produk karya ilmiah.Ini yang menjadikan saya beruntung dan akhirnya saya dinobatkan menjadi juara I Guru Berprestasi di tingkat kabupaten.Melalui awal kompetisi inilah saya mulai tertarik mengikuti lomba-lomba sejenis di tingkat provinsi,salah satu hasil terbaik yang pernah saya terima yaitu juara harapan I Lomba Karya Ilmiah Guru Tingkat Provinsi Jawa tengah Tahun 2016. 

Prestasi tersebut tidak membuat saya berhenti,menulis justru memotivasi saya untuk terus menulis menghasilkan tulisan yang bermanfaat Hingga saat ini saya masih aktif mengikuti berbagai lomba menulis baik fiksi maupun non fiksi,dan saya tidak putus asa karena menulis justru membuat otak kita semakin cerdas.Menerbitkan sebuah buku kisah inspirasi adalah keingianku yang akan saya wujudkan dalam waktu dekat ini.

Diberbagai kesempatan saya aktif mengikuti berbagai lomba menulis hingga saat ini. Saya sangat menyadari bahwa tulisan adalah warisan yang paling berharga khususnya bagi seorang guru.Dulu saya berpandangan bahwa menulis itu sulit,takut kalau tulisan saya jelek dan tidak ada orang yang mau membaca,namun sekarang pandangan itu saya buang jauh-jauh karena sesungguuhnya menulis itu mudah.Mulailah dengan aktivitas sehari-hari dengan menuliskan kejadian atau peristiwa sehari-hari yang kita lalui,buatlah dengan rangkaian kalimat sehingga menjadi sebuah cerita bersambung,itu saja sudah bagus.Melalui kemampuan menulis hal-hal biasa inilah lama kelamaan otak kita semakin terasah.Coba lakukan trik menulis ini selama 40 hari berturut-turut,catat dan tuangkan dalam sebuah cerita yang beralur.Melalui kemampuan saya menulis walaupun masih dalam taraf belajar namun dapat membantu teman-teman saya khususnya para guru untuk belajar menulis.Begitu pula dengan anak didik saya banyak termotivasi untuk menulis baik dalam bentuk puisi maupun cerpen.

Tak sedikit orang mau belajar dengan saya,dan saya merasa senang karena bisa berbagi ilmu dengan sesama.Saya juga memberikan informasi lomba kepada sesama rekan-rekan guru dan siswa agar aktif dalam menulis dan alangkah baiknya jika mengikuti kompetisi menulis.Kegiatan apapun di Lingungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini diseleksi dengan cara membuat sebuah tulisan dengan tema yang sudah ditentukan.Nah sekarang jelas kan bahwa kemampuan literasi seseorang itu dapat diasah dimulai dengan kebiasaan membaca dan menulis.


Foto saat saya terpilih menjadi juara 1 guru berprestasi tingkat kabupaten Pemalang tahun 2015 (penulis : berkerudung oranye)

Oleh Indah Palupi
Inilah sebuah kisah perjalanan hidup saya, seorang guru SMP di Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah,semoga kisah ini bisa menginspirasi teman-teman semua dan dapat dijadikan pelajaran.Satu pesan dari saya untuk semua pembaca “menulislah karena dengan menulis otak dan hati kita semakin tajam.Ayo berani menulis...(Belik,30 April 2018,Indah Palupi)





Lomba Menulis Mengantarkanku Menjadi Guru Berprestasi Lomba Menulis Mengantarkanku Menjadi Guru Berprestasi Reviewed by Pena Juara on June 02, 2020 Rating: 5

No comments


Image Link [https://1.bp.blogspot.com/-tQY9J_6x1G0/XtPfL8xajjI/AAAAAAAAAF4/8_PRPMvvniYMZxUj7vWIxYzIfiY4iXsHQCLcBGAsYHQ/s1600/POST%2BYUHUY-23-min.png] Author Name [PenaJuara] Author Description [Read. Think. Write.] Facebook Username [soratemplates] Twitter Username [soratemplates] GPlus Username [104219125408123734587] Pinterest Username [soratemplates] Instagram Username [penajuaracom]